Bikin Merinding! Anggota Koramil 0825-04 Genteng Tiba-tiba Jadi Pembina Upacara di SMPN 3, Ratusan Siswa Tampil ‘Berlumuran’ Semangat Pahlawan!

GENTENG – Suasana upacara bendera di SMP Negeri 3 Genteng pada Senin (10/11) pagi terasa berbeda dan penuh semangat patriotisme. Bukan hanya peringatan Hari Pahlawan yang jatuh di tanggal tersebut, tetapi kehadiran sosok anggota TNI dari Koramil 0825-04/Genteng, Pelda Harsono, sebagai pembina upacara utama sukses menyedot perhatian dan membakar semangat ratusan siswa-siswi.

Kegiatan upacara bendera rutin ini dihelat sebagai momen peringatan Hari Pahlawan. Namun, yang membuatnya unik adalah seluruh siswa-siswi mengenakan beragam pakaian dengan tema pahlawan, mulai dari seragam ala pejuang kemerdekaan hingga pakaian adat yang melambangkan keberanian dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelda Harsono, anggota Koramil 0825-04/Genteng, sebagai pembina upacara. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Sekolah SMP N 3 Genteng, Dra. Dwi Ane Wulandari, M.Si didampingi oleh 37 Bapak dan Ibu Dewan Guru, serta diikuti secara tertib oleh total 628 siswa-siswi SMP N 3 Genteng.

Kegiatan ini dilaksanakan tepat pada hari peringatan Hari Pahlawan, yaitu Senin, 10 November 2025, dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Menurut keterangan Kepala Sekolah Drs. Dwi Ane Wulandari, kehadiran TNI dalam upacara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air secara langsung kepada para pelajar, khususnya dalam momen Hari Pahlawan.

Dalam amanatnya, Pelda Harsono memberikan penekanan tajam tentang esensi pahlawan di era modern. ​”Pahlawan hari ini bukan lagi yang angkat senjata di medan perang. Kalian, para siswa-siswi, adalah pahlawan masa kini. Pahlawan itu adalah mereka yang berjuang melawan kemalasan, melawan ketidakjujuran, dan berjuang keras untuk meraih prestasi setinggi-tingginya demi masa depan bangsa!” tegas Pelda Harsono dengan suara lantang.

Penggunaan kostum pahlawan oleh siswa-siswi juga menjadi metode unik untuk lebih menghayati perjuangan para pendahulu. Mereka tidak hanya melihat sejarah, tetapi menjadi bagian dari visualisasi sejarah itu sendiri. ​Upacara ditutup dengan yel-yel kebangsaan yang dipimpin oleh Pelda Harsono, meninggalkan kesan mendalam dan semangat berjuang di hati ratusan calon penerus bangsa tersebut. [baguss04]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *