Genteng – Kekuatan kolaborasi tiga pilar di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kembali diperkuat. Kali ini, fokusnya adalah masa depan generasi muda. Koptu Wawan Sunarto, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang dikenal aktif dari Komando Rayon Militer (Koramil) 0825/04 Genteng, bersama mitra kerjanya Babinkamtibmas, mengambil langkah strategis dengan mengunjungi tokoh agama setempat.
Koptu Wawan Sunarto dan Babinkamtibmas melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang intensif. Pertemuan ini secara khusus membahas inisiasi kolaborasi pembinaan dan pemberdayaan anak-anak muda di wilayah Genteng. Komsos vital ini dilaksanakan di kediaman H. Ahmad Hidayat, yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Genteng sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Mubarok.
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah mencari formulasi terbaik dan langkah nyata dalam pembinaan karakter dan mental anak-anak muda. Koptu Wawan Sunarto menjelaskan bahwa pembinaan tidak bisa dilakukan sendiri. “Kami (TNI-Polri) memiliki tugas menjaga Kamtibmas, namun fondasi moral dan agama harus kuat. Kami berharap kolaborasi dengan MUI dan pesantren bisa menciptakan program yang membuat pemuda Genteng tidak hanya disiplin, tapi juga berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an,” tegasnya.
H. Ahmad Hidayat menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini akan diarahkan pada program-program terpadu, yang kemungkinan besar akan memadukan kegiatan fisik/bela negara (dari TNI-Polri) dengan kegiatan spiritual/keagamaan (dari Ponpes Al Mubarok dan MUI).
”Ini adalah momentum luar biasa. Kami akan merumuskan kurikulum bersama, mungkin berupa pelatihan kepemimpinan Islam dan kebangsaan, agar pemuda kita tangguh dalam iman dan semangat nasionalisme. Genteng harus melahirkan generasi yang Qur’ani dan memiliki jiwa patriotisme yang tinggi,” kata H. Ahmad Hidayat.
Diharapkan, program kolaborasi ini segera terealisasi untuk membentengi generasi muda dari potensi radikalisme, narkoba, dan pergaulan bebas, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan.
